ISMAFARSI

ISMAFARSI (Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia) adalah organisasi mahasiswa nasional yang terdiri dari lembaga eksekutif mahasiswa farmasi di seluruh Indonesia dan merupakan organisasi intra perguruan tinggi yang berbasis keprofesian dan berorientasi pada keilmuan (SK DIKTI No. 974/D5.2/T/2007 dan SK ), bertujuan untuk menyatukan opini dan ajang silaturahmi mahasiswa farmasi, sekaligus sebagai satu-satunya organisasi kemahasiswaan yang merepresentasikan mahasiswa farmasi di Indonesia (SK IAI No. 038/SKET/PP.IAI/XI/2013). Semenjak pertama kali dibentuk pada tahun 1955, kini ISMAFARSI beranggotakan 58 Lembaga Eksekutif Mahasiswa Farmasi di seluruh nusantara.

Sejarah ISMAFARSI

Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) yang lebih awal dikenal dengan nama MAFARSI merupakan organisasi yang didirikan pada tanggal 22 Desember 1955, di Kaliurang – Yogyakarta. Kelahiran organisasi ini dilandasi oleh kesadaran bahwa mahasiswa farmasi Indonesia perlu menjalin komunikasi untuk memecahkan permasalahan yang ada. Ide awal pembentukannya oleh mahasiswa farmasi Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pada saat itu kebetulan mempunyai masalah yang sama (farmasi UGM pada tahun 50-an merupakan bagian dari Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi, sedangkan Farmasi ITB yang terbagi atas jurusan riset dan jurusan apoteker, merupakan bagian dari Fakultas Teknik). Hal tersebutlah yang kemudian dianggap menimbulkan berbagai masalah. Mahasiswa farmasi UGM maupun ITB akhirnya sepakat untuk mendirikan MAFARSI yang saat itu merupakan suatu organisasi mahasiswa intra universitas profesional pertama dan satu-satunya yang ada di Indonesia. Terpilih sebagai ketua adalah Purnomo Singgih (UGM) dan Midian Sirait (ITB). sedangkan tokoh-tokoh mahasiswa lainnya yang ikut terlibat diantaranya adalah Marisi P Sihombing, Sunarto Prawirosujanto, Djasman, Sulastomo, Sardjoko dan lain-lain. Pada masa awal berdirinya, kegiatan MAFARSI berkisar pada perjuangan untuk menyempurnakan kurikulum disamping kegiatan rutin kemahasiswaan seperti diskusi, simposium, pengadaan diktat, dan lain-lain. Tetapi pada tahap berikutnya, MAFARSI dipercaya terlibat dalam penyusunan UU Pokok Kesehatan dan UU Pokok Farmasi.
         Tahun 1970, MAFARSI kembali mengadakan kongres dan memilih Ilham Indradjaja sebagai Sekretaris Jenderal. Kemudian pada periode ini kenggotaan MAFARSI merupakan Lembaga Kemahasiswaan di tiap Institut pendidikan farmasi, tidak lagi bersifat personal / perseorangan.
       Pada tanggal 10-19 Oktober di Bukittinggi tercatat peristiwa penting Organisasi MAFARSI dengan pergantian nama menjadi ISMAFARSI. Hal ini sebagai akibat kebijaksanaan pemerintah tentang penataan kembali kehidupan kampus, yaitu melalui Instruksi Dirjen Dikti Nomor: 002/Int/Dj/1978, SK Mendikbud Nomor: 0230/J/1979, dan Peraturan Pemerintah Nomor: 5 tahun 1980Dalam kongres terakhir MAFARSI atau Munas (Musyawarah Nasional) I ISMAFARSI terpilih Tjeptjep Syaifulrahman sebagai Sekretaris Jenderal.
Tujuan ISMAFARSI
      Mewujudkan lembaga eksekutif mahasiswa secara khususnya dan mahasiswa farmasi pada umumnya yang bertanggung jawab, sadar, dan mampu dalam menjunjung tinggi norma dan etika profesi farmasi.
Visi dan Misi ISMAFARSI
Visi:
Terwujudnya mahasiswa yang berperan aktif dalam bidang kefarmasian di masyarakat.
Misi:
  • Membina kerjasama mahasiswa farmasi seluruh Indonesia melalui kegiatan kemahasiswaan.
  • Menjalin kerjasama dengan seluruh organisasi profesi dan organisasi mahasiswa kesehatan lainnya.
  • Memajukan dunia farmasi di Indonesia dalam bidang pendidikan.
  • Berperan aktif dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan kesehatan pada umumnya dan dibidang farmasi khususnya.

 

Struktur Organisasi
Struktur Organisasi
Keanggotaan ISMAFARSI
         Sesuai dengan AD ART ISMAFARSI Bab IV Pasal 8 tentang Keanggotaan dinyatakan bahwa “Anggota adalah Lembaga Eksekutif Mahasiswa Farmasi Strata-1 Perguruan Tinggi di Indonesia”, artinya bahwa ISMAFARSI adalah milik seluruh mahasiswa farmasi Indonesia tanpa terkecuali setelah LEM Farmasi dari institusi yang bersangkutan telah resmi terdaftar menjadi anggota ISMAFARSI.

Pelantikan dan Pengesahan komisariat Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang menjadi anggota tetap ISMAFARSI.

Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Bhakti Pertiwi Palembang dilantik dan disahkan menjadi anggotatetap Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia pada event Latihan Kepemimpinan (LK) 3 dan PRAMUNAS tanggal 21 Januari 2012 di Universitas Hasanuddin Makasar, ketika Sekretaris Jendral Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI) adalah Redho Meisudi.

Dilakukannya MUNAS III ISMAFARSI tersebut diantaranya adalah pembukaan koordinator yang dibagi menjadi 4 Korwil . pada saat ini ISMAFARSI telah terbagi menjadi 8 wilayah di Indonesia yaitu :

  1. Sumatra I
  2. Sumatra II
  3. Jabodelata
  4. Periangan
  5. Joglosepur
  6. Jatim-Bali
  7. Kalimantan
  8. Ind-tim

STIFI BP Palembang berada dalam  wilayah Sumatra II bersama tujuh Perguruan tinggi lain, yaitu :

  1. Universitas Andalas, Padang.
  2. Sekolah Ilmu Farmasi (STIFAM), Padang.
  3. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi ( STIFI) Yayasan Perintis, Padang.
  4. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Harapan Ibu, Jambi.
  5. Universitas Sriwijaya, Palembang.
  6. Universitas Kader Bangsa, Palembang.

Koordinator Wilayah (Korwil) ISMAFARSI Sumatra II adalah Azzura Lygo dari STIFAR RIAU.